Google memperkenalkan Chat, fitur pesan berbasis RCS

Google RCS

Google baru saja memperkenalkan “Chat”, sebuah standar layanan pesan yang berbasis RCS atau Universal Profile.

Apa itu RCS?

Anda pasti sudah sangat familiar dengan SMS dan juga MMS. Sederhananya, SMS adalah layanan untuk berikirim pesan teks singkat, sedangkan MMS adalah ketika layanan SMS (teks) digabung dengan konten multimedia seperti foto atau video. SMS sudah lama digunakan mulai sejak ponsel jadul yang rilis 20 tahun lalu hingga jaman smartphone canggih seperti sekarang ini dan sudah menjadi standar berkirim pesan teks sejak lama. Namun meskipun sudah cukup tua dan sangat populer tetapi SMS hanya “gitu-gitu saja”. Dengan RCS, layanan berkirim pesan akan lebih kaya fitur dibanding SMS/MMS.

RCS adalah sebuah protokol komunikasi yang akan menggantikan SMS konvensional. RCS adalah evolusi dari SMS, namun sayangnya layanan berkirim pesan masih belum mengadopsi fitur RCS secara luas walaupun menawarkan beberapa kelebihan dibanding SMS/MMS konvensional.

Memperkenalkan Chat

Chat pada dasarnya adalah sebuah nama keren untuk menyebut kumpulan fitur yang ada pada aplikasi pesan/chat yang berbasis pada RCS/Universal Profile. Chat bukanlah “Google Chat”, bukan layanan dari Google, bukan pula sebuah aplikasi baru karena sebenarnya fitur dari Chat bisa ditemukan pada aplikasi pesan bawaan Android.

Keuntungan yang diberikan Chat atau RCS

  • Read receipts, indikator pesan yang telah terkirim dan terbaca
  • Group text, obrolan dalam grup
  • Intikator pengetikan, memperlihatkan tanda kalau orang lain sedang mengetik
  • Berkirim file
  • Kemampuan mengirim gambar dengan resolusi lebih tinggi, GIF, stiker
  • Location sharing, kemampuan berbagi lokasi

Kalau diperhatikan, fitur-fitur yang diberikan RCS cukup mirip dengan yang diberikan oleh aplikasi chat populer seperti Facebook Messenger, Telegram, atau WhatsApp, tetapi bedanya fitur dari RCS ini tersedia dalam bentuk/platform SMS. Bisa dibilang kalau Chat adalah “SMS versi modern”.

Kelebihan lain dari Chat/RCS adalah adanya fallback ke SMS. Chat adalah fitur berbasis Internet dan juga seluler, artinya berjalan di atas Internet namun tetap bergantung pada dukungan operator seluler. Pesan yang dikirim akan memanfaatkan koneksi Internet tetapi akan beralih ke layanan SMS biasa ketika orang atau perangkat tujuan belum mengaktifkan Chat (baik itu dari sisi operator atau aplikasinya) atau bukan pengguna Android. Kurang lebih sama dengan “green bubble” pada iMessage.

Dikutip dari theverge.com:

Right now, the expectation is that carriers won’t charge SMS-style rates for Chat messages. “Messages will work just like any other IP-based messaging protocol. So, in that respect, it’ll just be ‘free’ and part of your data plan,” Sabharwal says.

Kelemahan Chat

RCS continues to be a carrier-owned service, so legal intercept and other laws that exist that allow carriers to have access to the data continues to be the case,” Sabharwal admits

Di saat aplikasi atau layanan chat lainnya menonjolkan sisi keamanannya, tidak begitu dengan Chat. Dikarenakan Chat ini berbasis RCS maka kelemahannya utamanya adalah ketiadaan enkripsi end-to-end (yang artinya hanya pengirim dan penerima yang bisa melihat konten), jadi, Chat tidak akan bisa disamakan sisi keamanannya dengan aplikasi atau layanan chat lain. Chat dinilai tidak aman dibanding aplikasi atau layanan chat lainnya karena Chat/RCS dikontrol oleh operator seluler yang tentu saja datanya bisa bisa diakses kapan saja oleh pemerintah.

Kapan Chat akan tersedia dan bisa digunakan?

Belum ada kepastian. Sampai dengan saat ini Google masih dalam tahap “ngobrol” dengan operator dan OEM/vendor smartphone untuk bisa meluncurkan Chat secara global, jadi untuk sementara ini kita masih menunggu roll-out dari operator yang menjadi mitra Google. Di Indonesia berita mengenai RCS sudah ada sejak bulan Juli 2016 (inet.detik.com) namun sayangnya sampai sekarang ini belum ada berita terbaru lagi.

You may also like...