Google luncurkan fitur auto-reset permission otomatis untuk Android versi lama

Google memperkenalkan fitur auto-reset untuk permission (izin akses) pada Android dimulai sejak Android 11. Kini Google meluncurkan pembaruan melalui Google Play Services untuk memperluas penggunaan fitur auto-reset permission ke perangkat-perangkat Android lama, bahkan perangkat yang bersistem Android 6.

Bagi pengguna perangkat Android dengan sistem Android 6 ke atas, Anda tidak perlu menunggu update Android terbaru, bahkan tidak perlu melakukan apa-apa. Fitur ini bisa didapatkan langsung di perangkat Anda melalui pembaruan yang dikirimkan Google melalui Google Play Services (server side).

Fitur permission auto-reset adalah fitur keamanan yang merupakan bagian dari Google Play Protect yang berguna untuk menjaga dan melindungi privasi dan data-data pengguna.

Dengan adanya fitur auto-reset, aplikasi-aplikasi yang sudah lama tidak digunakan akan dicabut izin aksesnya dan harus meminta izin akses kembali ke pengguna saat dibuka lagi. Hal ini bisa mencegah suatu aplikasi mengakses data-data sensitif pengguna secara permanen tanpa disadari pengguna.

Memeriksa fitur auto-reset permission di perangkat Android

Untuk memastikan apakah perangkat Anda sudah kebagian fitur ini, silakan buka Google Play Store di perangkat Anda.

  1. Buka aplikasi Google Play Store, buka menu Play Store dengan men-tap foto profil Anda yang ada di kanan atas (di ujung kolom pencarian).
  2. Dari daftar menu, buka Play Protect.
  3. Di halaman Play Protect, tap ikon gear di kanan atas.
  4. Kalau perangkat Anda termasuk yang kebagian fitur auto-remove/auto-reset permission, akan muncul pilihan Permissions for unused apps yang akan mengarahkan ke halaman selanjutnya.
  5. Anda akan masuk ke halaman App privacy yang membagi aplikasi-aplikasi ke empat kategori, yaitu:
    • Permissions removed: Aplikasi-aplikasi yang sudah dicabut izinnya dalam jangka waktu tertentu
    • Auto-remove on: Aplikasi-aplikasi yang fitur auto-remove atau auto-reset-nya aktif (bisa dinonaktifkan).
    • Auto-remove off: Aplikasi-aplikasi yang fitur auto-remove atau auto-reset-nya tidak aktif (bisa diaktifkan).
    • All apps: Daftar semua aplikasi.

Secara fungsi fitur ini mirip dengan fitur yang ditawarkan aplikasi Bouncer, bedanya fitur ini datang langsung dari Google.

Yang perlu diperhatikan adalah semua aplikasi pihak ketiga bisa diatur permission-nya. Bisa diatur auto-remove bisa juga tidak. Tergantung kebutuhan dan keinginan pengguna.

Jangka waktu yang diberikan sebelum izin akses sebuah aplikasi dicabut adalah tiga bulan. Tidak bisa diubah oleh pengguna, kecuali mungkin nantinya diberi pilihan oleh Google.

Fitur hanya bersifat otomatis aktif secara default ketika aplikasi yang di-install menarget Android 11 dan yang terbaru. Untuk aplikasi yang menarget Android versi lama fitur ini tetap bisa diaktifkan secara manual. Jadi, kalau Anda memiliki beberapa aplikasi yang dianggap perlu “didisplinkan”, Anda dapat mengaktifkan fitur ini dari Google Play Protect.